Have an account?

Jumat, 29 Januari 2010

Shalat Sumber Cahaya Iman di dada Muslim
Bagikan
Kemarin jam 11:42
Salat merupakan tali pengikat ruhani yang sangat kuat antara seorang hamba dengan Penciptanya. Hubungan yang melambangkan kehinadinaan hamba di hadapan Tuhannya dan keagungan Sang Khaliq di depan hamba-Nya. Salat dengan gamblang menggambarkan kekecilan seorang hamba dan kebesaran Allah. Salat adalah sarana munajat mendekatkan diri kepada Allah.

Salat adalah tangga ruh dan kalbu orang-orang yang merindu Allah..Dengan salat mereka merajut malam di mihrab-mihrab mahabbah dan syauq sambil bercengkerama penuh nikmat dengan Tuhannya yang sedang membuka tirai-tirai langit bagi orang-orang yang sedang istighfar dan munajat. Lambungnya segan berdekatan dengan kasur-kasur empuk.

Mereka berdoa pada Tuhannya dengan air linangan air mata harap dan cemas Hati mereka terasa hangat tatkala lambingan munajat mereka panjatkan di relung-relung malam yang senyap. mereka menyibak awan dan gemintang dengan alunan panjang tasbih dan tahmid kepada Tuhan. Mereka getarkan pintu-pintu langit munajat cinta yang senantiasa bergelora di titian malam yang pendek..

Salat adalah tiang agama dan penyangga rusuk-rusuk dan organ-organ agama yang lain. Jika tiang utama hancur maka kelumpuhan akan segera terjadi pada organ-organ yang lain. Jika tiang utama ini melemah maka kehidupan agama tidak bisa diharapkan bergerak kembali. Keletihan jiwa akan merasuk kelumpuhan ruhani akan menjadi epedemi.

Salat sangat berpengaruh pada pembentukan akhlak dan moralitas seseorang. Dia mampu menjadi imunisasi paling manjur bagi pelakunya untuk terjauhkan dari semua kekejian dan kejahatan. Dia menjadi obat paling mujarab yang menentramkan jiwa para pelakunya dan mampu mencegah pelakunya untuk tidak terjebak dalam kerakusan dan ketamakan. Dia akan mampu menjaga pelakunya untuk senantiasa bersikap rendah hati dan tawadhu’ di hadapan siapa saja. Dia akan mampu mendongkrak harga diri pelakunya di hadapan siapapun yang menyombongkan diri di hadapan Allah.

Salat adalah munajat dan doa. Ia adalah taubat dan inabah. Ia adalah tasbih dan istighfar, tahmid dan takbir serta tahlil yang teramu dalam sebuah untaian prosesi indah menggapai nikmat pertemuan dengan Kekasih.

Salat menjadi terminal seorang hamba dalam perjalanan hidupnya untuk sejenak bersuka-ria bertemu dengan Tuhannya, Sang Maha Diraja. Dalam salatlah mereka merasakan kenikmatan ruhani dan jiwa yang sangat sensasional.. Bahkan ada yang mengatakan : Andaikata penduduk bumi tahu kenikmatan yang kami rasakan saat kami salat, pastilah mereka akan memenggal kepala kami dengan pedang-pedang nan tajam.

Dalam salat, kita menyucikan-Nya, bermunajat dengan firman-firman-Nya. Kita ruku’ dan sujud pada-Nya. Kita renungi kembali asal penciptaan kita yang berasal dari tanah dan unsur-unsur alam yang ada. Dari bahan tersebut, Dia melengkapi kita dengan kemauan dan kekuatan sehingga kita mampu menyucikan, menjunjung, menahan tuntutan fisik dan syahwat, meluruskan instink, menggelorakan kecenderungan menegakkan kesucian dan berusaha melawan penyimpangan-penyimpangan yang mengarah pada kekejian dan kejahatan.

Salat merupakan sarana mendidik jiwa dan memperbaharui semangat serta sebagai penyucian akhlak. Ia adalah tali penguat pengendali diri, pelipur lara, penyejuk jiwa dan pengaman dari rasa takut dan cemas. Ia akan menghancurkan kelemahan dan akan menjadi senjata ampuh bagi mereka yang merasa terasingkan.

Salat membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk. Dia akan menyingkirkan dunia dari hati pelakunya dan akan meletakkannya di telapak tangannya. Dia akan mencari dunia untuk dikendalikan dan bukan dunia yang mengendalikan dirinya.

Salat adalah kebun ibadah yang di dalamnya penuh dengan segala yang menyenangkan dan menggembirakan. Ada takbir, ada ruku’, ada berdiri, ada sujud, ada duduk dan tahiyyat yang di dalamnya penuh dengan munajat. Ia adalah cahaya yang ada di dalam hati seorang mukmin dan nur yang akan memberikan penerangan kala mereka dikumpulkan di padang mahsyar. Sebagaimana Rasulullah sabdakan :

الصلاة نور

Salat itu adalah cahaya (HR. Muslim).

Dengan salat kita minta pertolongan kepada Allah dengan segala kerendahan jiwa yang terekspresikan lewat ruku’ dan sujud, yang terekam dalam semarak doa dan munajat.

Rabu, 27 Januari 2010

kuliner kebun

Dendeng Jantung Pisang dari Cimahi
DENDENG dan abon, umumnya terbuat dari daging. Tapi di Cimahi, jantung pisang pun bisa disulap menjadi dendeng dan abon yang lezat dan menggiurkan.

ADALAH Bambang Eko Putro yang pertama kali memperkenalkan itu. Di Cimahi denden dan abon jantung pisangnya sudah sangat terkenal. Warga menyebutnya sebagai denjapi alias dendeng jantung pisang dan bonjapi atau abon jantung pisang.
Dari sisi bentuk, nyaris tak ada beda antara denjapi dan bonjapi ini dengan dendeng dan abon biasa yang terbuat dari daging. Dari sisi rasa juga tak jauh beda, terlebih untuk bonjapi yang di Cimahi sudah dipasarkan sejak lima tahunan lalu.
Bambang mengaku, ketertarikannya mengolah jantung pisang berawal ketika dirinya melihat jantung pisang tercecer tanpa manfaat di sisi jalan yang dilewati. Bambang langsung ingat kepada sang nenek di Kediri yang sering menyajikan sayur jantung pisang sebagai menu makanan.
"Saya mulai coba-coba buat menu makanan dari jantung pisang tahun 2003. Kalau diamati tekstur serat jantung pisang mirip serat daging. Lalu saya coba membuat bumbu dendeng sehingga jadi menu denjapi," jelas sarjana ekonomi yang pernah bekerja di perusahaan perangkat water heater ini ketika ditemui di rumahnya di Perumahan Puri Cipageran Indah, Cimahi, beberapa waktu lalu.
Melalui industri skala rumah tangga ini lah rata-rata dalam sehari, Bambang mampu memproduksi 400 kemasan denjapi dan 100 kemasan bonjapi. Produk tersebut dipasarkan melalui penjual dan 30-an penyalur di wilayah Jawa Barat. Pengiriman produk ini ke Malaysia dan Singapura dilakukan hanya bila ada permintaan.
"Saya belum bisa melayani jumlah pemesanan banyak, satu kontainer misalnya. Ketersediaan bahan baku masih jadi kendala. Agak sulit mendatangkan jantung pisang dari luar Jawa Barat karena daya tahannya cuma dua hari," terang Bambang.
Sebagian bahan baku jantung pisang maupun pisang diperoleh dari kebun pisang milik Bambang di wilayah Cipageran, Cimahi, seluas tiga hektare dan kebun pisang seluas 10 hektare di Darangdan, Purwakarta.
"Saya masih terus mengumpulkan berbagai jenis pisang dari seluruh Indonesia untuk ditanam di kebun. Makanya kalau dari daerah, saya selalu bawa bonggol pisang sebagai oleh-oleh. Ada yang dari Aceh, Kalimantan, dan daerah lain. Ke depan saya ingin membuat kebun saya menjadi area wisata kebun. Di tempat ini masyarakat bisa mendapat wawasan tentang aneka jenis pisang sekaligus melakukan penelitian," ungkap Bambang. (ricky reynald yulman)

Dibuat Sate Pun Oke
SELAIN mengolah jantung pisang menjadi dendeng dan abon, Bambang juga mengembangkan penelitiannya tentang manfaat lain jantung pisang bagi kesehatan.
Dibantu putri sulungnya Bambang meneliti rebusan air jantung pisang yang bisa mencegah pendarahan otak bila diminum secara rutin. Penelitian tersebut akhirnya dijadikan bahan skripsi putrinya untuk menamatkan pendidikan di Jurusan Farmasi ITB.
"Orangtua dulu menggunakan getah pisang buat menghentikan pendarahan kalau kita luka. Kemudian embun yang ada di bonggol pisang sering dipakai buat menyehatkan rambut. Jadi masih banyak lagi penelitian tentang pisang yang bisa kita lakukan," ujar Bambang.
Bambang mengaku, kini sudah ada 47 resep makanan nusantara dan minuman berbahan dasar pisang yang ia kuasai. Tapi sekarang baru 15 menu yang ia kenalkan melalui gerai "Banana Is Pisang" di area wisata Tahu Lembang dan De Ranch. Dua di antaranya adalah baso goreng dan sate jantung pisang yang belakangan malah menjadi menu favorit pengunjung.
Menu lainnya yang ia buat adalah colenak pisang, cireng isi pisang, bolu dan brownies pisang, aneka rasa kripik pisang, dan pisang sale.
"Baso goreng disajikan dengan kuah asam segar. Sate pakai bumbu kacang. Teman yang biasa buat cireng aneka isi sempat ragu waktu saya anjurkan coba isi cireng dengan pisang raja bulu. Ternyata permintaan konsumen terus tambah. Ada yang tadinya cuma mau coba-coba, malah langsung pesan lima porsi atau lebih," kisah Bambang seraya mengaku bahwa emua keahliannya kini ia pelajari secara otodidak sejak 2003 silam. (ricky reynald yulman)

Selasa, 26 Januari 2010

Nikmat Yang Terlalaikan

Banyak orang menyadari bahwa hidup dunia sangat singkat dan bersifat sementara. Namun kesadaran ini kebanyakan tidak diikuti dengan perilaku yang menghargai waktu. Alhasil, waktu sering terbuang percuma tanpa kita sadari. Ketahuilah, wahai saudariku muslimah…! Waktu, bagi seorang muslim yang menyadari betapa berharganya tujuan hidupnya di dunia, tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja dengan sia-sia. Ia tidak mengatakan seperti perkataan orang Barat materialis yang cinta dunia, time is money. Tapi ia mengatakan “waktu itu untuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala”. Umur kita pendek, waktu kita cuma sedikit, sementara kita harus mempersiapkan bekal yang banyak untuk menempuh perjalanan menuju kampung akhirat, bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Barangkali kita semua menyadari bahwa waktu hidup kita di dunia memang hanya sebentar, tidak ada yang hidup kekal. Namun entah mengapa kebanyakan dari kita tidak bisa menjaga waktu dengan baik sehingga waktu berlalu sia-sia tanpa diisi dengan amal kebaikan.
Saudariku…! Di antara waktu-waktu yang kita miliki, ada waktu lapang, waktu senggang, atau waktu yang kosong dari kesibukan.